Ketemu Blog ini dari google ya?
Jika anda menemukan blog ini dari google, tolong bantu saya mengklik tombol google plus diatas. Google+ itu bukan social network biasa. Setiap klik bisa memperbaiki ranking halaman yang anda vote berdasarkan kata kunci yang mengantarkan anda ke blog tersebut. Terimakasih banyak.

Kamis, 28 November 2013

Bioteknologi, Pangan Transgenik, dan Kultur Jaringan

Aldi Eka Wahyu Widianto | 17.12 | Be the first to comment!
 
gambar produk bioteknologi
 
Bioteknologi adalah ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup dan produknya dalalm  proses produksi. Makhluk hidup yang biasa digunakan dalam bioteknologi dapat berupa tumbuhan, hewan, manusia, atau juga mikroorganisme.
 
Bioteknologi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi  modern.

Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang sudah lama dikenal masyarakat. Ciri-ciri  bioteknologi tradisional adalah menggunakan makhluk hidup secara langsung dan tidak ada  perubahan genetik (transgenetika) pada makhluk hidup tersebut.

Bioteknologi modern berkembang dengan pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah untuk  memperoleh produk dan jasa. Bioteknologi modern berkembang dengan bantuan ilmu-ilmu  lain seperti biokimia, genetika, biologi molekuler, dan mikrobiologi.

Prinsip dasar dari bioteknologi modern adalah rekayasa genetika. Rekayasa genetika ini  memanipulasi genetika merupakan upaya untuk mengadakan modifikasi gen pembawa sifat dan pengaturan reproduksi sehingga generasi berikutnya memiliki sifat-sifat seperti yang  diharapkan.

Pangan Transgenik. Pangan transgenik adalah pangan yang berasal dari produk rekayasa genetika yang meliputi  pangan segar, pangan olahan, bahan tambahan pangan, dan bahan-bahan lain yang digunakan  untuk meningkatkan produksi pangan.

Selain memiliki beberapa kelebihan, pangan transgenik juga berpotensi menimbulkan dampak  buruk bagi kesehatan manusia antara lain gen yang dapat menyerang sel manusia, perubahan  gizi, peningkatan racun, alergi, dan resistansi bakteri terhadap antibiotik.

Beberapa sifat tanaman transgenik antara lain meningkatkan toleransi terhapat zat kimia, dan  ketahanan terhadap hama penyakit, mengembangkan sifat-sifat khusus, mempunyai  kemampuan mengambil nitrogen di udara, menyesuaikan tanaman terhadap lingkungan buruk  serta digunakan untuk diagnosis dan pengobatan penyakit tumbuhan.

Dampak negatif tanaman transgenik terhadap lingkungan antara lain menciptakan gulma super,  menciptakan hama super, dan meningkatkan penggunaan pestisida.

Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuhkembangkan bagian tanaman, baik  berupa sel, jaringan atau organ pada medium kultur yang aseptik. Di dalam tabung atau botol  kultur (invitro) hingga tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang utuh.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Diberdayakan oleh Blogger.