Ketemu Blog ini dari google ya?
Jika anda menemukan blog ini dari google, tolong bantu saya mengklik tombol google plus diatas. Google+ itu bukan social network biasa. Setiap klik bisa memperbaiki ranking halaman yang anda vote berdasarkan kata kunci yang mengantarkan anda ke blog tersebut. Terimakasih banyak.

Rabu, 27 Februari 2013

Jenis-Jenis Pranata Sosial

Aldi Eka Wahyu Widianto | 13.07 | 1 Comment so far
Pranata sosial dapat diklasifikasikan atau digolongkan sebagai berikut:
 
1. Berdasarkan Pengembangannyaa.
  • Crescive institutions, adalah pranata sosial yang secara tak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, dan lain-lain.
  • Enacted institutions, adalah pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga kependidikan yang semuanya berakar pada kebiasaankebiasaan dalam masyarakat.
2. Berdasarkan Sistem Nilai Yang Diterima Masyarakat.
  • Basic Institutions, adalah pranata sosial yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah, dan negara.
  • Subsidiary institutions, adalah pranata yang dianggap kurang penting. Contoh kegiatan untuk rekreasi.
3. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat.
  • Approved institutions, adalah pranata sosial yang diterima masyarakat. Contoh: perusahaan, industri, dan lain-lain.
  • Unsactioned institutions, adalah pranata sosial yang ditolak masyarakat. Contoh: pemeras, penjahat, lintah darat, dan lain-lain.
4. Berdasarkan faktorr penyebarannya.
  • General institutions, adalah pranata yang dikenal secara umum oleh masyarakat di dunia, contohnya agama.
  • Restucted institutions, adalah pranata yang hanya dikenal oleh kelompok masyarakat tertentu saja, contohnya agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya.
5. Berdasarkan fungsinya.
  • Cooperative institutions, adalah pranata sosial yang menghimpun pola serta tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan pranata. Contoh: pranata industrialisasi.
  • Regulative institutions, adalah pranata sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat yang tidak termasuk bagian mutlak dari pranata itu sendiri. Contoh: pranata hukum (kejaksaan, pengadilan, dan lain-lain).

Kamis, 07 Februari 2013

Fisika Getaran

Aldi Eka Wahyu Widianto | 06.49 | Be the first to comment!

 Getaran adalah gerak bolak-balik suatu benda secara periodik melalui titik setimbangnya. 

Amplitudo.
Satu getaran merupakan gerak benda kembali ke suatu titik yang dipakai sebagai titik awal gerakan. Dalam hal ini, titik A dipakai sebagai titik awal gerakan.
Jarak mistar yang digetarkan dari titik setimbangnya disebut dengan simpangan. Sedangkan jarak antara B-A dan B-C adalah jarak simpangan terbesar yang dikenal dengan amplitudo. Jadi, amplitudo getaran adalah simpangan terbesar dari titik setimbang.




Frekuensi.
Gerakan setiap getaran tentu mempunyai kecepatan yang berbeda, misalnya ada gerakan yang melakukan getaran 50 kali dalam waktu 1 detik (sekon). Angka yang menyatakan banyaknya getaran setiap detik disebut frekuensi. Jadi, frekuensi getaran adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda dalam setiap detik (sekon). Frekuensi suatu getaran mempunyai satuan "getaran/sekon". Satuan ini diberi nama lain Hertz yang disingkat Hz. Besar frekuensi getar dapat ditentukan dengan rumus:
f = n/t, dengan n=banyaknya getaran, dan t= waktu melakukan getaran (s). Ingat, satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berikut ini adalah konversi satuan Hertz.
1 KHz = 103 Hz
1 MHz = 10
3 KHz = 106 Hz
1 GHz = 10
3 MHz = 106 KHz = 109 Hz 

Periode.
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran. Jadi, jika frekuensi suatu getaran 50 Hz, setiap getarannya membutuhkan 1/50 sekon. 1/50 Sekon inilah periodenya.
Dengan demikian, jika periode kita beri lambang T dan frekuensi kita beri lambang f, maka dapat dituliskan:










Referensi = Buku Bilingual Fisika + Ebook IPA Kelas 8 SMP.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Diberdayakan oleh Blogger.