Ketemu Blog ini dari google ya?
Jika anda menemukan blog ini dari google, tolong bantu saya mengklik tombol google plus diatas. Google+ itu bukan social network biasa. Setiap klik bisa memperbaiki ranking halaman yang anda vote berdasarkan kata kunci yang mengantarkan anda ke blog tersebut. Terimakasih banyak.

Senin, 23 Desember 2013

Perbedaan Berat dan Massa

Aldi Eka Wahyu Widianto | 11.37 | | Be the first to comment!

Assalamualaikum wr.wb. Setelah sekian lama tidak posting, kali ini saya akan posting tentang perbedaan berat dan massa (fisika). Baiklah, silahkan disimak.

Banyak orang yang salah mengenai berat dan massa. Penggunaan istilah massa sering tertukar dengan istilah berat. Misalnya orang mengatakan berat sekantong gula 1 kg, berat sekarung beras 25 kg, padahal yang dimaksud adalah massa sekantong gula 1 kg, dan massa sekarung padi 25 kg.

Berat diukur dengan neraca pegas, misalnya berat sekantong telur 1 x 9,8 N sedangkan berat sekarung beras 25 x 9,8 N. Lho mengapa kok dikalikan dengan 9,8? Karena gravitasi di bumi sekitar 9,8 m/s2. Berdasarkan rumus  w = mg” / “berat = massa dikali percepatan gravitasi”, dapat dikatakan bahwa berat benda adalah berbeda-beda tergantung percepatan gravitasinya. Misal, berat benda di bumi berbeda dengan berat benda di bulan karena percepatan gravitasi di bumi (sekitar 9,8 m/s2) berbeda dengan percepatan gravitasi di bulan (sekitar 1,5 m/s2). Dari sini dapat diambil hubungan antara berat dan gravitasi, yaitu berbanding lurus. Pengaruhya adalah semakin besar gravitasi, semakin pula nilai beratnya (massa sama).

Berat berbeda dengan massa. Berat dapat berubah-ubah sedangkan massa tidak. Massa adalah ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda. Oleh karena itu, sekali lagi massa benda selalu sama di mana pun benda tersebut diletakkan karena banyaknya materi yang terkandung di dalam benda tidak akan berubah meskipun benda dibawa ke tempat yang berbeda gravitasinya. Jadi jika massa 25 kg beras dibawa ke Bulan, massa beras akan tetap, yaitu 25 kg.

Berat adalah gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda. Berat  merupakan hasil kali massa dan percepatan gravitasi (w = mg).

Kesimpulannya, massa benda selalu sama di berbagai tempat di alam semesta, tetapi berat benda di alam semesta berbeda-beda bergantung pada percepatan gravitasi di mana benda berada.
Sebagai tambahan.
  • Alat ukur berat adalah neraca pegas (dinamometer). 
  •  Berat dilambangkan dengan w, dari kata weight.
  • Satuan berat dalam SI adalah Newton (N). 
  • Benda-benda di bumi selalu jatuh ke Bumi karena adanya gaya gravitasi. Oleh karena itu, berat selalu memiliki arah tegak lurus terhadap permukaan bumi menuju pusat bumi.
  • Alat ukur massa adalah neraca.
  • Massa merupakan besaran skalar yang tidak memiliki arah. 
  • Satuan massa dalam SI adalah kilogram (kg).
Nah, dengan demikian berakhirlah postingan saya hari ini tentang perbedaan berat dan massa. Semoga bermanfaat.

Minggu, 08 Desember 2013

Pengertian Negara Menurut Pendapat Para Ahli

Aldi Eka Wahyu Widianto | 10.49 | Be the first to comment!
Pengertian Negara menurut pendapat para ahli antara lain:
 
1. George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari kelompok manusia mendiami wilayah tertentu.
 
2. G.W.F.Hegel
Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintetis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.

3. Karl Marx
Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjuis/kapitalis) untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang lain (proletariat/buruh).
 
4. Mr. Kranenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena adanya kehendak dari suatu golongan atau bangsa.

5. Logemann
Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaan. Organisasi itu adalah ikatan-ikatan fungsi atau lapangan-lapangan kerja tetap.
 
6.Roger E. Soltau
Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengantur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama rakyat.

7. Bellefroid
 Negara adalah suatu masyarakat hukum, suatu persekutuan hukum yang menempati daerah tertentu dan yang dilengkapi dengan kekuasaan tertinggi untuk mengurus kepentingan bersama.

8. H.J.Laski
Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan secara sah, lebih agung dari pada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat

9. Max Weber
Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam menggunakan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.
 
10. Prof. Mr.
Soenarko Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan
negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan (souverioegn).

11. Prof. R.
Djokosoetono Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

12. Prof. Miriam
Budihardjo Negara adalah organisasi yang dalam sesuatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan itu.

Kamis, 28 November 2013

Bioteknologi, Pangan Transgenik, dan Kultur Jaringan

Aldi Eka Wahyu Widianto | 17.12 | Be the first to comment!
 
gambar produk bioteknologi
 
Bioteknologi adalah ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup dan produknya dalalm  proses produksi. Makhluk hidup yang biasa digunakan dalam bioteknologi dapat berupa tumbuhan, hewan, manusia, atau juga mikroorganisme.
 
Bioteknologi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu bioteknologi tradisional dan bioteknologi  modern.

Bioteknologi tradisional merupakan bioteknologi yang sudah lama dikenal masyarakat. Ciri-ciri  bioteknologi tradisional adalah menggunakan makhluk hidup secara langsung dan tidak ada  perubahan genetik (transgenetika) pada makhluk hidup tersebut.

Bioteknologi modern berkembang dengan pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah untuk  memperoleh produk dan jasa. Bioteknologi modern berkembang dengan bantuan ilmu-ilmu  lain seperti biokimia, genetika, biologi molekuler, dan mikrobiologi.

Prinsip dasar dari bioteknologi modern adalah rekayasa genetika. Rekayasa genetika ini  memanipulasi genetika merupakan upaya untuk mengadakan modifikasi gen pembawa sifat dan pengaturan reproduksi sehingga generasi berikutnya memiliki sifat-sifat seperti yang  diharapkan.

Pangan Transgenik. Pangan transgenik adalah pangan yang berasal dari produk rekayasa genetika yang meliputi  pangan segar, pangan olahan, bahan tambahan pangan, dan bahan-bahan lain yang digunakan  untuk meningkatkan produksi pangan.

Selain memiliki beberapa kelebihan, pangan transgenik juga berpotensi menimbulkan dampak  buruk bagi kesehatan manusia antara lain gen yang dapat menyerang sel manusia, perubahan  gizi, peningkatan racun, alergi, dan resistansi bakteri terhadap antibiotik.

Beberapa sifat tanaman transgenik antara lain meningkatkan toleransi terhapat zat kimia, dan  ketahanan terhadap hama penyakit, mengembangkan sifat-sifat khusus, mempunyai  kemampuan mengambil nitrogen di udara, menyesuaikan tanaman terhadap lingkungan buruk  serta digunakan untuk diagnosis dan pengobatan penyakit tumbuhan.

Dampak negatif tanaman transgenik terhadap lingkungan antara lain menciptakan gulma super,  menciptakan hama super, dan meningkatkan penggunaan pestisida.

Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuhkembangkan bagian tanaman, baik  berupa sel, jaringan atau organ pada medium kultur yang aseptik. Di dalam tabung atau botol  kultur (invitro) hingga tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang utuh.

Selasa, 29 Oktober 2013

Penulisan Huruf Besar Pada Judul Artikel

Aldi Eka Wahyu Widianto | 16.53 | Be the first to comment!
Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan informasi mengenai Penulisan Huruf Besar Dalam Judul.
Penulisan judul artikel: kata apa yang ditulis dengan huruf kecil, kata apa dengan huruf kapital.

Bagaimana pula dengan penulisan kata ulang pada judul artikel dan buku?

Contoh penulisan judul yang baku menurut kaidah EYD:
Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

Saya berikan contoh lain:
Kita Tidak Akan ke Mana pun

Kata {Tidak} dan {Akan} ditulis dengan huruf pertama kapital, bukan huruf kecil.

--Kata ulang dalam judul artikel--

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, hanya kata ulang sempurna yang semua unsurnya diawali dengan huruf kapital. Jadi, tidak termasuk kata ulang berubah bunyi dan kata ulang berimbuhan.

Contoh kata ulang sempurna (dwilingga)

Dwilingga disebut juga sebagai kata ulang utuh, sempurna, atau penuh. Misalnya:

murid-murid; jalan-jalan; partai-partai; samar-samar; masalah-masalah; bukit-bukit; surat kabar-surat kabar; buku-buku

Dengan demikian, judul artikel "Pengesahan Undang-Undang yang Baru" adalah benar, dan bukan dengan {Undang-undang}.

Contoh kata ulang berubah bunyi

kocar-kacir; gerak-gerik; sayur-mayur; lauk-pauk; kacau-balau; pernak-pernik

Contoh penulisan judul yang benar dengan kata ulang tersebut:
Harga Sayur-mayur di Pasar Naik

Ditulis dengan satu huruf kapital, {Sayur-mayur}, bukan {Sayur-Mayur}.

Contoh kata ulang berimbuhan

berjam-jam; berkali-kali; sayur-sayuran; memasak-masak; berguling-guling; tergopoh-gopoh; pukul-memukul; berkejar-kejaran

Contoh penulisan judul dengan kata ulang berimbuhan:
Puluhan Siswa Kejar-mengejar dalam Tawuran

Ditulis dengan satu huruf besar pada {Kejar-mengejar}, bukan {Kejar-Mengejar}.

--Huruf kecil di judul: partikel, konjungsi, preposisi, interjeksi--

Kata-kata yang tergolong sebagai partikel, yaitu konjungsi (kata penghubung), preposisi (kata depan), dan interjeksi (seruan perasaan), ditulis dengan huruf kecil pada judul karangan, kecuali ia terletak di awal judul.
 sumber: http://menuliskalimat.com/2013/10/judul.html 
 Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat.

Kamis, 26 September 2013

Perbedaan A Number Of Dengan The Number Of

Aldi Eka Wahyu Widianto | 10.01 | Be the first to comment!
Sangat mudah sekali untuk memahami perbedaan pemakaian a number of dan the number of. Perhatikan rumus di bawah ini!
A number of  +  plural noun  + plural verb ...
The number of + plural noun  + singular verb ...

Jika kita perhatikan rumus di atas, persamaan antara a number of dan the number of adalah noun yang kita letakkan setelahnya sama-sama berbentuk  plural noun, akan tetapi untuk kata kerjanya berbeda. A number of menggunakan plural verb dan the number of menggunakan singular verb.
Contoh:
A number of  students are going to the class picnic.
The number  of days in a week is seven.
A number of the applicants have already been interviewed.
The number of residents who have been questioned on this matter is quite small.
Semoga penjelasan singkat ini bermamfaat. Terima kasih. 
 
sumber:http://belajarbahasainggrisonlinegratis.blogspot.com/2013/09/a-number-of-vs-number-of.html

Selasa, 06 Agustus 2013

Kesebangunan Dan Kekongruenan Bangun Datar

Aldi Eka Wahyu Widianto | 19.27 | 3 Comments so far
Sebelum membaca mengenai materi matematika kelas 9 bab 1 ini, marilah berdoa terlebih dahulu agar diberi kemudahan dalam belajar.

KESEBANGUNAN BANGUN DATAR

Apa itu kesebangunan? Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kamu pernah mendengar istilah memperbesar atau memperkecil foto. Ketika kamu memperbesar (atau memperkecil) foto, berubahkah bentuk gambarnya? Bentuk benda pada foto mula-mula dengan foto yang telah diperbesar adalah sama, tetapi ukurannya berlainan dengan perbandingan yang sama. Gambar benda pada foto mula-mula dengan foto yang telah diperbesar merupakan contoh dua bangun yang sebangun.

Syarat kesebangunan.
  • Panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada bangun-bangun tersebut memiliki perbandingan senilai.
  • Sudut-sudut yang bersesuaian pada bangun-bangun tersebut sama besar.
Contoh:

1. Dua bangun dibawah ini sebangun. Maka tentukan panjang QR! 

Oleh karena 2 bangun diatas sebangun, maka sisi-sisi yang bersesuaian pada bangun-bangun tersebut memiliki perbandingan senilai (syarat 1), maka diperoleh QR =  3 cm.


2. Diketahui dua jajargenjang yang sebangun seperti gambar berikut. Tentukan nilai x.

Dengan memahami syarat 2, maka diperoleh x = 60 (derajat)

Syarat kesebangunan pada segitiga.
Berbeda dengan bangun lain, segitiga mempunyai syarat kesebangunan seperti berikut.

Contoh soal:


KEKONGRUENAN BANGUN DATAR

Dua bangun dikatakan kongruen apabila kedua bangun tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama , serta sudut-sudut yang bersesuaian sama besar (sebangun dan sama besar).  Jika kita melihat balok  ABCD.EFGH berukuran 6 x 8 x 10, maka:

Contoh soal:
Tentukan besar x!

Jawab:


Syarat kekongruenan pada segitiga.

Contoh soal:

Berakhirlah sudah postingan saya kali ini. Jika ada yang kurang jelas harap disampaikan pada kotak komentar dibawah. Terimakasih.

Senin, 08 Juli 2013

Alat-alat Optik : MATA

Aldi Eka Wahyu Widianto | 19.46 | 2 Comments so far


Setelah lama tidak update, kali ini saya akan update sesuatu yang berhubungan dengan fisika, yakni alat-alat optik. Seperti yang kita ketahui, alat-alat optik itu beragam. Ada yang alami seperti mata. Dan ada pula yang buatan seperti lup, teleskop, periskop, mikroskop, Overhead Projector, dan lain-lain. Tetapi kali ini, saya hanya akan upload mengenai mata. 

Kenapa upload? Karena anda terlebih dahulu harus mengunduh. Karena jika telah terunduh, anda tidak perlu  koneksi lagi jika anda membacanya diwaktu yang lain.

Langsung saja. Untuk mengunduhnya, klik disini.

Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat.

Minggu, 26 Mei 2013

Luas Permukaan Limas Segiempat

Aldi Eka Wahyu Widianto | 17.09 | Be the first to comment!
Seperti yang telah saya bahas disini, rumus luas permukaan limas adalah luas alas + jumlah luas semua sisi tegak. Namun, berbeda bentuk limas juga berbeda cara mencari luas permukaan lias segiempat.

Dalam matematika, cara belajar yang baik adalah dengan latihan soal, tentu saja setelah mengetahui teori terlebih dahulu. Karena teori telah ada, maka kita langsung menerapkan rumus diatas.

Perhatikan limas T.PQRS berikut ini.
Diketahui limas T.PQRS adalah limas persegi. Jika panjang PQ = 10 cm. Dan tingginya  12 cm, maka berapakah luas permukaan limas tersebut?

Jawab:
LP = Luas alas + luas semua sisi tegak
LP = Luas PQRS + 4 Luas TQR (ingat, limasnya persegi jadi luas sisi tegaknya juga sama)
LP = (10 x 10) + 4 Luas TQR

Nah, untuk mengetahui luas segitiga TQR, kita perlu mencari tinggi segitiga karena alas segitiga sudah diketahui, yaitu 10 cm.

Mencari Panjang TB
Perhatikan PQ dan OB. OB panjangnya adalah setengan PQ, jadi untuk mencari TB, gunakan phythagoras. TB = akar (OB kuadrat + OT kuadrat)
TB = akar (25 + 144)
TB = akar 169
TB = 13 cm

Mencari luas 4 sisi tegak.
Karena sisi tegak berbentuk segitiga, maka luasnya adalah:


Luas permukaan limas = 10 x 10 + 260
Luas permukaan limas = 100 + 260
Luas permukaan limas = 360 cm^2

Begitulah cara menghitung limas segiempat. Coba cari soal-soal mengenai luas permukaan limas yang alasnya tidak berbentuk persegi.

Rabu, 22 Mei 2013

Puisi Senja 2013

Aldi Eka Wahyu Widianto | 18.31 | 2 Comments so far
Senja

Kala senja datang menyapaku
Mahkota jingga terlukis indah
Terhanyut aku dalam melodi senjamu
Lelah kepala menengadah

Hembusan angin menyisir kulis
Kicau burung terdengar sumbang
Resonansi masa lalu kembali datang
Memproyeksikan kisah berkelit

Langkah mentari kian terbenam
Hidup hanyalah persinggahan
Ku hantarkan do'a padaMu tuhan
Demi pijakkan esok agar tak kelam


Puisi ini ditulis pada tahun 2013. Yang suka boleh scroll kebawah.

Selasa, 07 Mei 2013

Luas Permukaan Limas

Aldi Eka Wahyu Widianto | 15.37 | 4 Comments so far

Menyambung postingan sebelumnya tentang volume limas, kali ini saya akan membagikan rumus untuk mencari luas permukaan limas.

Luas permukaan adalah jumlah luas seluruh sisi atau bidang suatu benda. Karena ada banyak jenis limas, seperti limas segiempat, limas segitiga, limas segilima, limas segienam dsb,  saya disini akan membagikan rumus tetap luas permukaan limas walaupun bentuk limas berbeda.

Dan rumus luas permukaan limas adalah:



Nah, untuk luas permukaan limas yang lebih spesifik (limas segiempat, segitiga, dll) klik disini. Terimakasih.

Kamis, 25 April 2013

Teori-teori Cahaya (1)

Aldi Eka Wahyu Widianto | 21.14 | Be the first to comment!
Teori-teori cahaya telah berkembang sejak zaman dahulu. Telah banyak orang yang mengadakan peneltian tentang cahaya. Bahkan tidak hanya 1,2, atau 3 orang saja. Tetapi, orang dari berbagai negara berlomba-lomba pun meneliti tentang cahaya yang masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Langsung saja kita simak beberapa teori-teori tentang cahaya yang disampaikan oleh ilmuwan-ilmuwan di dunia.

  1. Teori Impuls Cahaya.
    Teori Impuls Cahaya diajukan oleh seorang filosof, ahli sains dan matematikawan asal Perancis yang bernama Rene Descartes (1596-1650).  Descartes mengajukan teori cahaya dalam tulisannya tentang optik pada tahun 1637 dan menyatakan bahwa "cahaya merupakan suatu impuls (gangguan) yang merambat dengan cepat dari suatu tempat ke tempat yang lain." Beserta semua penjelasannya, maka teori impuls cahaya dari Rene Descartes ini mampu menjelaskan hukum Snellius (akan dibahas di lain waktu).
  2. Teori Korpuskuler
    Teori korpuskuler diajukan oleh ahli fisika dan matematikawan Inggris Sir Isaac Newton (1642-1727). Dalam teorinya, Isaac Newton menyatakan bahwa sumber-sumber cahaya memancarkan elemen-elemen sangat halus yang mengenai mata kita sehingga memberikan kesan cahaya. Bagian-bagian yang sangat halus tersebut, menurut Newton, adalah partikel-partikel cahaya yang dipancarkan ke segala arah. Teori Korpuskuler Newton juga menyatakan bahwa laju cahaya semakin cepat ketika memasuki medium yang lebih rapat. Hal ini karena mendapatkan tarikan gravitasi yang lebih besar. Teori Korpuskuler ini dapat menjelaskan tentang pemantulan cahayam tetapi kemudian teori ini bertentangan dengan teori cahaya yang diajukan oleh Huygens.
  3. Teori Gelombang
    Teori Gelombang diajukan oleh seorang ahli astronomi, matematikawan, dan ahli fisika Belanda Christian Huygens (1629-1605). Menurut Huygens didalam sumber cahaya terdapat sesuatu yang bergetar dan getaran tersebut merambat ke mata kita sebagai gelombang. Karena cahaya dapat merambat dalam ruang hampa, maka, menurut Huygens, medium untuk gelombang cahaya bukan udara. 
  4. Teori Gelombang Elektromagnetik
    Teori gelombang elektromagnetik diajukan oleh seorang ahli fisika Inggris, James Clerk Maxwell (1831-1879). Berdasarkan gagasan Faraday tentang hubungan listrik dan magnet, maka Maxwell menyatakan bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang tidak memerlukan medium untuk merambat. Maxwell berhasil menunjukkan bahwa cahaya tampak merupakan bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik dan dia juga berhasil memprediksi kelajuan cahaya dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

    Dengan
    c = Laju cahaya (gelombang elektromagnetik)
    Mu0 (simbol kiri) = Permeabilitas vakum
    Epsilon0 (simbol kanan) = Permitivitas vakum
  5. Teori Kuantum
    Pelopor teori Kuantum aladah Max Planck dan Albert Einstein. Teori ini menyatakan bahwa cahaya dapat berperilaku sebagai sebuah gelombang maupun partikel, hal ini berdasarkan gagasan Max Planck bahwa cahaya terdiri dari peket-paket energi yang disebut foton. Berdasarkan teori kuantum, maka pada tahun 1905 Albert Einstein (1875-1955) berhasil menjelaskan peristiwa efek foto listrik.
Artikel diatas hanya sekilas gambaran mengenai teori-teori mengenai cahaya yang sebenarnya masih banyak penggagas-penggagas lain yang insyaallah akan dibahas dalam postingan berikutnya. Terimakasih.

Selasa, 09 April 2013

Rumus Volume Limas Dan Pembuktiannya

Aldi Eka Wahyu Widianto | 19.54 | 9 Comments so far





Artikel kali ini akan membahas seputar limas dan khususnya volumenya (beserta pembuktiannya).

Limas adalah salah satu bangun ruang yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari, seperti pada atap rumah kita, bangunan piramida, dan lain-lain. Bentuk limas juga beragam, ada liamas segitiga, limas segiempat, limas segilima, limas segienam, dsb.

Jumlah sisi limas juga beragam, bergantung pada bentuk limasnya, apakah segitiga, segiempat, segilima, atau segienam. Tetapi yang pasti cara untuk mencari jumlah sisi limas ini adalah

dimana n adalah jumlah sisi alas.

Nah, sekarang kita menginjak ke bahasan utama kita, yakni cara mencari volume limas beserta pembuktiannya.


Pada gambar diatas, terdapat 6 limas segiempat yang kongruen (ukuran sama dan sebangun), yakni limas T.ABCD, T.EFGH, T.ABFE, T.CDHG, T.ADHE, dan limas T.BCFG.

Volume limas

Tidak percaya? Ini dia pembuktiannya.

Jika panjang EA (rusuk kubus) adalah a, maka panjang A'B' adalah 1/2 a atau setengah panjang rusuk kubus. Sehingga volume kubus = a3 (a pangkat 3).

Menentukan volume limas:

Mungkin anda bertanya-tanya mengapa 1/2 a dapat berubah menjadi tinggi limas. Coba lihat gambar kubus ABCD.EFGH diatas, A'B' adalah tinggi limas = 1/2 AE yang merupakan rusuk kubus. Tinggi limas itu adalah 1/2 rusuk kubus.


Contoh soal:
  1. Sebuah limas mempunyai rusuk alas dengan bentuk persegi dengan rusuk alas 6 cm. Hitung volume limas jika tingginya 15 cm.
    Jawab.
    V=1/3 x luas alas x tinggi
    V= 1/3 x 6 x 6 x 15
    V= 180 cm^3 (centimeter kubik)
  2. Sebuah limas mempunyai volume 60 cm^3, limas itu berbentuk segitiga dengan ukuran alas dan tingginya 4cm dan 6cm. Berapakah tinggi limas itu?
    V =1/3 x luas alas x tinggi
    60=1/3 x 1/2 x 4 x 6 x t
    60=4t
    4t=60
    t  =60/4
    t  =15cm
Saya juga menyediakan latihan soal dalam bentuk pdf dan dapat anda download disini. Sekian dulu pembahasan mengenai volume limas. Oiya, jangan lewatkan juga postingan unik dan menarik lainnya seputar pendidikan. Terimakasih.

Minggu, 17 Maret 2013

Demokrasi Pancasila

Aldi Eka Wahyu Widianto | 17.23 | | Be the first to comment!

Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang berdasarkan Pancasila. Makhsudnya, demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang bersumber dari tata nilai dan kepribadian bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

Dasar hukum pelaksanaan demokrasi Pancasila adalah:
  1. Sila ke-4 Pancasila.
  2. Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 "....disusunlah Kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UUD negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat...."
  3. Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 "Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD"
  4. Pasal 2 ayat (1) UUD 1945 "MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilu dan diatur lebih lanjut dengan Undang-undang."
Dalam demokrasi Pancasila dikenal 2 cara pengambilan keputusan, yaitu musyawarah mufakat dan voting.
  • Musyawarah Mufakat, adalah pengambilan keputusan yang disetujui oleh seluruh peserta musyawarah.
  • Voting, dilakukan apabila musyawarah tidak menemui kata mufakat (deadlock). Akan tetapi dalam musyawarah harus terlebih dahulu diusahakan mencapai kata mufakat.

Voting dilakukan apabila:
  1. Adanya perbedaan pendapat yang sulit dipertemukan (deadlock).
  2. Keterbatasan waktu dalam proses musyawarah.
  3. Dalam peraturan musyawarah telah ditetapkan bahwa pengambilan keputusan dengan cara voting.
Ada 3 macam voting:
  1. Suara Terbanyak Relatif (Simple Majority)Artinya keputusan yang diambil yaitu keputusan yang mendapat suara terbanyak. Voting suara terbanyak relatif sesuai dengan UUD 1945 pasal 2 ayat (3) "Segala putusan MPR ditetapkan dengan suara terbanyak".
  2. Suara Terbanyak Mutlak (Absolut Majority)
    Artinya keputusan yang diambil yaitu keputusan yang mendapat suara separuh lebih dari seluruh jumlah pemilih. Sistem ini sesuai UUD 1945 pasal 6 ayat (3) "Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum.... dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden".
  3. Suara Terbanyak Bersyarat
    Keputusan yang diambil adalah keputusan yang mendapat suara yang disyaratkan dalam peraturan. Misalnya dalam UUD 1945 pasal 7B ayat (7) "Keputusan MPR atas usul pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna MPR yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir".
Sifat voting ada 2 macam:
  1. Terbuka, atrinya pilihannya tidak dirahasiakan. Biasanya saat memilih, hanya dengan mengacungkan tangan.
  2. Tertutup, artinya pilihannya dirahasiakan (dengan cara menuliskan pilihannya).
Inti pokoknya adalah:  Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dijiwai, diwarnai, disemangati, dan didasari oleh Pancasila. Sehingga tidak cocok deterapkan oleh bangsa selain Bangsa Indonesia.

Rabu, 13 Maret 2013

Passive Voice:Kalimat Pasif

Aldi Eka Wahyu Widianto | 17.16 | | Be the first to comment!

Artikel kali ini akan membahas tentang passive voice, yang dibahasa Indonesiakan menjadi kalimat pasif. Didalam bahasa, ada 2 jenis kalimat, yakni kalimat aktif dan kalimat pasif. Tetapi yang akan dibahas kali ini adalah kalimat pasif.

Kalimat pasif adalah kalimat dimana subyeknya dikenai tindakan. Contoh : David invited by Robert every year to his birthday party. Disitu David sebagai objek dikenai tindakan, yaitu diundang (invited).

Ciri-ciri dan syarat suatu kalimat agar dapat disebut kalimat pasif:
  1. Memiliki subject dan object. Dalam contoh tadi, David sebagai subject, sedangkan Robert sebagai object. Jika kalimat itu diganti menjadi kalimat aktif, maka David akan menjadi object, dan Robert akan menjadi subject. Sehingga kalimatnya menjadi Robert invited David every year to his birthday party.
  2. Adanya kata kerja. Dalam hal ini, kata kerja (verb) yang dipakai adalah verb 3.
  3. Adanya to be: Are, is, was, were, am, has been, have been, had been, etc. Adanya model: Should be, could be, would be, may be, will be, must be, might be, etc.
Syarat tersebut harus dimiliki oleh setiap kalimat pasif. Jika salah satu saja dari 1,2, dan 3 tidak dimiliki maka kalimat tersebut bukan kalimat pasif.

Tetapi bagaimana menentukan suatu kata kerja termasuk verb ke 2 atau ke 3? Memang verb 2 dan verb 3 memiliki banyak kemiripan penulisan maupun pengucapan. Namun jika kalimat tersebut memiliki syarat 1 dan 2 serta memiliki kata kerja, maka dapat dipastikan bahwa kalimat tersebut termasuk kalimat pasif.

Berikut ini ketentuan dasar mengubah kalimat aktif ke pasif:
  1. Dalam melakukan perubahan dari kalimat aktif ke dalam kalimat pasif, tenses tetap sama. Contoh, "we visited our uncle" menjadi "our uncle was visited by us". Pada contoh tersebut tensesnya adalah Past. Jadi kalimat pasifnya menggunakan to be past, yaitu "was".
  2. Jika pada kalimat aktif memakai verb+ing, maka pada kalimat pasifnya disisipkan kata "being". Contoh, "we are visiting our uncle now", maka kalimat pasifnya menjadi "our uncle is being visited by us now".

Sekian dulu pembahasan mengenai passive voice. Mengenai keterangan (tempat dan waktu), insyaallah akan dibahas pada postingan berikutnya.

Rabu, 27 Februari 2013

Jenis-Jenis Pranata Sosial

Aldi Eka Wahyu Widianto | 13.07 | 1 Comment so far
Pranata sosial dapat diklasifikasikan atau digolongkan sebagai berikut:
 
1. Berdasarkan Pengembangannyaa.
  • Crescive institutions, adalah pranata sosial yang secara tak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, dan lain-lain.
  • Enacted institutions, adalah pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, dan lembaga kependidikan yang semuanya berakar pada kebiasaankebiasaan dalam masyarakat.
2. Berdasarkan Sistem Nilai Yang Diterima Masyarakat.
  • Basic Institutions, adalah pranata sosial yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah, dan negara.
  • Subsidiary institutions, adalah pranata yang dianggap kurang penting. Contoh kegiatan untuk rekreasi.
3. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat.
  • Approved institutions, adalah pranata sosial yang diterima masyarakat. Contoh: perusahaan, industri, dan lain-lain.
  • Unsactioned institutions, adalah pranata sosial yang ditolak masyarakat. Contoh: pemeras, penjahat, lintah darat, dan lain-lain.
4. Berdasarkan faktorr penyebarannya.
  • General institutions, adalah pranata yang dikenal secara umum oleh masyarakat di dunia, contohnya agama.
  • Restucted institutions, adalah pranata yang hanya dikenal oleh kelompok masyarakat tertentu saja, contohnya agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya.
5. Berdasarkan fungsinya.
  • Cooperative institutions, adalah pranata sosial yang menghimpun pola serta tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan pranata. Contoh: pranata industrialisasi.
  • Regulative institutions, adalah pranata sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat yang tidak termasuk bagian mutlak dari pranata itu sendiri. Contoh: pranata hukum (kejaksaan, pengadilan, dan lain-lain).

Kamis, 07 Februari 2013

Fisika Getaran

Aldi Eka Wahyu Widianto | 06.49 | Be the first to comment!

 Getaran adalah gerak bolak-balik suatu benda secara periodik melalui titik setimbangnya. 

Amplitudo.
Satu getaran merupakan gerak benda kembali ke suatu titik yang dipakai sebagai titik awal gerakan. Dalam hal ini, titik A dipakai sebagai titik awal gerakan.
Jarak mistar yang digetarkan dari titik setimbangnya disebut dengan simpangan. Sedangkan jarak antara B-A dan B-C adalah jarak simpangan terbesar yang dikenal dengan amplitudo. Jadi, amplitudo getaran adalah simpangan terbesar dari titik setimbang.




Frekuensi.
Gerakan setiap getaran tentu mempunyai kecepatan yang berbeda, misalnya ada gerakan yang melakukan getaran 50 kali dalam waktu 1 detik (sekon). Angka yang menyatakan banyaknya getaran setiap detik disebut frekuensi. Jadi, frekuensi getaran adalah banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda dalam setiap detik (sekon). Frekuensi suatu getaran mempunyai satuan "getaran/sekon". Satuan ini diberi nama lain Hertz yang disingkat Hz. Besar frekuensi getar dapat ditentukan dengan rumus:
f = n/t, dengan n=banyaknya getaran, dan t= waktu melakukan getaran (s). Ingat, satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berikut ini adalah konversi satuan Hertz.
1 KHz = 103 Hz
1 MHz = 10
3 KHz = 106 Hz
1 GHz = 10
3 MHz = 106 KHz = 109 Hz 

Periode.
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran. Jadi, jika frekuensi suatu getaran 50 Hz, setiap getarannya membutuhkan 1/50 sekon. 1/50 Sekon inilah periodenya.
Dengan demikian, jika periode kita beri lambang T dan frekuensi kita beri lambang f, maka dapat dituliskan:










Referensi = Buku Bilingual Fisika + Ebook IPA Kelas 8 SMP.

Kamis, 31 Januari 2013

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Aldi Eka Wahyu Widianto | 17.41 | Be the first to comment!

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
Pancasila dalam kedudukannya ini sering disebut sebagai Dasar Filsafat atau Dasar Falsafah Negara (Philosofische Gronslag) dari Negara, ideologi Negara atau (Staatsidee). Dalam pengertian ini pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur pemerintahan Negara atau dengan kata lain perkataan. Pancasila merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara.
                Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merupakan ideologi yang terbuka. Artinya pancasila memiliki nila-nilai yang bersifat tetap dan tidak dapat berubah, namun dalam praktek sehari-hari pancasila dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus mengubah kandungannya.
            Jika dasar negara bersifat tertutup maka bangsa Indonesia akan tertinggal dari perkembangan zaman dan peradaban dunia. Akibatnya Indonesia akan terkucilkan dari pergaulan internasional.
            Sebagai Ideologi terbuka, Pancasila memberikan orientasi ke depan, mengharuskan bangsanya untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dan akan dihadapinya, terutama menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang. Ideologi Pancasila menghendaki agar bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dalam ikatan Negara kesatuan Republik Indonesia.


PERBEDAAN IDEOLOGI TERBUKA DAN TERTUTUP
Ideologi Tertutup:
  1. Merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat
  2. Atas nama ideologi dibenarkan pengorbananpengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat
  3. Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri dari tuntutantuntutankonkret dan operasional yang keras, yang diajukan dengan mutlak.

Ideologi Terbuka
  1. Bahwa nilai-nilai dan citacitanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambildari moral, budaya masyarakat itu sendiri.
  2. Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut
  3. Nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional

KESIMPULAN
Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merupakan ideologi yang terbuka. Artinya pancasila memiliki nila-nilai yang bersifat tetap dan tidak dapat berubah, namun dalam praktek sehari-hari pancasila dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus mengubah kandungannya. Dengan terbukanya ideologi bangsa Indonesia, Indonesia mampu menerima hal-hal baru yang berasal dari luar tapi tetap mempertahankan ciri khas Indonesia.


Sumber :  http://kewarganegaraandallas.blogspot.com/2012/09/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka.html

Rabu, 30 Januari 2013

Exposition Text

Aldi Eka Wahyu Widianto | 17.04 | | Be the first to comment!


*Exposition text is a statement or test which have argument or opinion about issue, idea, method, or object.

*There are two kinds of exposition text:

1. Analytical Exposition Text.
-Is a type of text that belong to the argument text of detailed author's about event or event around (phenomena)
    
-The Function of analytical exposition text to persuade by presenting argument to analyze or explain "how" and "why".

-The generic structure of analytical exposition text is
  a. Thesis             : The main idea of writer.
  b. Argument      : Present of the author the argument or opinion that support main idea.
  c. Reiteration   : Concluding part of analytical exposition contains rewriting of the main idea of the 1st paragraph.

2. Hortatocical Exposion Text.
-Is the text which is represent attempt to bring the reader to do something or act in certain way.

-The function of hortatorical exposition text is to describe the communicative purpose and influence the reader that should not be.

-The generic structure of hortatorical exposition text:
  a. Thesis
  b. Argument
  c. Recomendation : The advice to persuade of main idea (in the last paragraph)

*Exposition text can be in form of:
-Advertisement
-Spoken argument
-Editorial


Note :

-Analytical exposition text  are more difficult than hortatorical exposition text, because in analytical exposition text the autor must analyze the event.

-Hortatorical : The author makes the reader imagine something and influenced to do something a certain way, such as buying, visiting, etc.

-Thesis only at 1st paragraph
-Argument can be 1 or more paragraph
-Reiteration only at last paragraph (just conclusion, not to persuade the reader)
-Recomendation only at last paragraph 

So this article about exposition text. Have a nice day :) 
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Search

Diberdayakan oleh Blogger.